Sergio Ramos Bek yang Menjelma sebagai Eksekutor Penalti

Sergio Ramos Bek yang Menjelma sebagai Eksekutor Penalti – Sejak kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus, Real Madrid kini sepertinya sudah mempunyai eksekutor handal dalam sepakan pinalti. Adalah Bek sekaligus kapten Real Madrid Sergio Ramos, menjadi algojo dalam tendangan adu pinalti. Terakhir kali Sergio Ramos sukses melaksanakan tuganya dengan sempurna saat membawa Real Madrid menang tipis saat bertemu Atletico Bilbao.

Sergio Ramos Bek yang Menjelma sebagai Eksekutor Penalti

Sergio Ramos Bek yang Menjelma sebagai Eksekutor Penalti

Tercatat Sang kapten Real Madrid ini sudah melakukan tugasnya sebagai pengambil tendangan pinalti sebanyak 21 kali, dari semua tugasnya itu, Sergio Ramos baru sekali gagal dalam tugasnya, bandingkan dengan ketika Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Real Madrid, dari 92 kali pinalti,CR7 gagal sebanyak 13 kali.

Hingga pekan ke-34 La Liga Spanyol, nama Sergio Ramos masuk dalam jajaran pencetak gol tebanyak, kini dirinya sudah mengatongi 10 gol dalam musim ini di La Liga, hanya kalah dari Karim Benzema sudah mengemas 17 gol untuk Real Madrid, jika di sejajarkan dengan pemain Real Madrid, nama Sergio Ramos ada di Bawah Benzema, Casemiro 4 gol, Toni Kroos 4 gol, Luca Modric 3 gol, Vinicius Junior 3 gol.

Menurut Marca, Gaya unik Sergio Ramos dalam melakukan eksekusi pinalti, membuat kiper lawan menjadi kebingungan dan susah di prediksi arah tendanganya, karena sang pemain baru akan mengambil keputusan mengarahkan bola satu detik sebelum kaki menghantam bola, sedangkan arah kiper dalam hal ini sudah bisa di baca mau bergerak kemana.

Kini Real Madrid bisa bernapas lega bila mendapat pinalti dalam pertandingan, pasalnya kini punya eksekutor handal dalam diri Sergio Ramos, akankah Real Madrid disisa laga musim ini mendapatkan pinalti lagi?, kita tunggu saja. Karena belakangan ini ramai dibicarakan Real Madrid sering mendapatkan hadiah pinalti.

Terakhir saat bersua Atletico Bilbao, Los Blancos mendapatkan hadiah pinalti pada babak kedua, tepatnya menit 73″. Saat Marcelo diinjak kakinya oleh salah satu pemain Bilbao, sehingga wasit melihat VAR dan titik 12 pas pun di berikan kepada Real Madrid.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Slot Online, Sportbook | Tinggalkan komentar

Epic Comeback AC Milan Pecundangi Juventus di San Siro

Epic Comeback AC Milan Pecundangi Juventus di San Siro – AC Milan kembali menorehkan hasil memuaskan di lanjutan kompetisi Serie A. Dalam lanjutan giornata 31, Rabu (8/7) dini hari WIB, AC Milan berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Juventus, 4-2 di San Siro. Sempat tertinggal 2 gol terlebih dulu, AC Milan justru mampu berbalik unggul dari capolista sementara, Juventus. Hasil ini membawa Milan naik ke peringkat 5 klasemen sementara menggeser Roma dan Napoli yang belum bertanding. Rossoneri mengumpulkan 49 poin dari 31 laga.

Epic Comeback AC Milan Pecundangi Juventus di San Siro

Epic Comeback AC Milan Pecundangi Juventus di San Siro

Juventus memainkan sarriball dengan formasi 4-3-3. Ronaldo-Bernadeschi-Higuain jadi ujung tombak. Sementara Paulo Dybala yang tengah on fire absen di laga ini. Di kubu Milan, Stefano Pioli mempertahankan pakem 4-2-3-1. Kali ini ia langsung memainkan Ibrahimovic sejak menit pertama. Lucas Paqueta juga jadi starter, berotasi dengan Hakan Calhanoglu yang duduk di bangku cadangan.

Bermain di stadion yang sepi tanpa penonton seolah membuat kedua tim bermain “sunyi”. Tak ada peluang bagus tercipta. Keduanya sama-sama masih hati-hati dan bermain aman. Ini membuat babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Drama baru tercipta di babak kedua. Juventus langsung memimpin 2 gol di awal babak kedua. Juventus membuka skor di menit ke-47 lewat tendangan kaki kiri Rabiot dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau Donnarumma.

5 menit berselang, Ronaldo menggandakan keunggulan Juve. Gol ini tercipta berkat miss komunikasi antara duet Kjaer-Romagnoli yang malah berebut bola menghalau umpan lambung. Hingga menit 60 Juve unggul 2-0. Tertinggal 2 gol membuat permainan Milan kembali menyerang. Akhirnya pada menit ke-62 Milan mengecilkan ketertinggalan lewat eksekusi penalti Ibra. Milan dapat hadiah penalti setelah Bonucci tertangkap handsball oleh VAR.

Tak disangka, 4 menit kemudian Milan berhasil menyamakan kedudukan lewat Frank Kessie. Kessie memainkan linkup play yang bagus sebelum melakukan sidestep yang mengecoh Bonucci di kotak penalti Juve, 2-2. Semenit kemudian, Milan akhirnya berbalik unggul lewat aksi gol solo run pemain pengganti Rafael Leao. Epic comeback! Rossoneri hanya butuh 5 menit untuk mencetak 3 gol dan membalikkan keunggulan atas Juve.

Tak cukup 3 gol, Milan kembali menjauh di menit ke-80. Kali ini pemain Juve yang membuat blunder. Adalah Alex Sandro yang salah memberi umpan di kotak penaltinya sendiri. Bola yang direbut Bonaventura kemudian diumpan kepada Rebic. Dengan kaki kirinya, Rebic tanpa kesulitan menaklukkan gawang Juve yang dikawal kiper timnas Polandia yang punya nama sulit untuk ditulis. Milan pun sukses mengakhiri laga dengan kemenangan meyakinkan, 4-2.

Statistik dan fakta laga Milan vs Juve

Dari statistik laga, sebetulnya laga ini cukup berimbang. Kedua tim sama-sama mencatat ball possesion 50%. Namun soal akurasi Milan unggul atas Juve. Rossoneri membuat 9 peluang on target. Sementara pasukan Sarri hanya mencatat 4 shots on target dari 9 percobaan yang mereka ciptakan. Jelas ada kebuntuan lini depan pada Juve ketika Dybala absen.

Namun semua itu terjadi juga akibat peemainan disiplin Milan. Sejak Serie A kembali dilanjutkan, Milan hanya kemasukan 5 gol dan sudah mencetak 15 gol dari 5 laga. Seain itu, Donnarumma sudah mencatat 2 kali nirbobol sejak “restart” Serie A.

Di 5 laga itu,Rossoneri juga belum terkalahkan. Milan mencatat 4 kemenangan dan 1 hasil imbang. Catatan ini lebih baik dari Juve, Inter, atau Lazio. Bisa dibilang Milan tengah on fire sejak kembalinya Serie A pasca vakum akibat pandemi covid-19.

Kemenangan atas Juve tak cuma mengatrol poin dan posisi Milan. Kemenangan ini juga menorehkan beberapa catatan fakta. Epic comeback yang Milan ciptakan setelah tertinggal 2 gol lebih dulu ini merupakan yang pertama sejak Oktober 2016. Kala itu Milan menang 4-3 atas Sassuolo setelah sempat tertinggal 2 gol terlebih dulu.

4 gol yang Milan buat dini hari tadi ke gawang Juve di laga Serie A juga menjadi yang pertama sejak tahun 1989. Sejak 1989 ketika masih dilatih Arrigo Sacchi, Milan belum pernah mencetak 4 gol lagi ke gawang Juventus. Akhirnya dini hari tadi catatan itu bisa kembali diulang.

Keberhasilan Milan ini tak lepas dari taktik cerdik Pioli. Kembali ia membuat pergantian pemain yang efektif. Lucas Paqueta yang tak maksimal langsung ia ganti di awal babak kedua. Lalu masuknya Leao dan Bonaventura juga berbuah tambahan gol bagi Milan.

Di laga ini Zlatan Ibrahimovic juga patut disanjung. Ia membuat 1 gol dan 1 assist di laga ini. Ibra seperti jadi sosok leader bagi skuat Milan lainnya. Seusai laga, Ibra juga tak sungkan-sungkan memuji dirinya sendiri. Ya, memang begitulah ia.

Kemenangan atas Juve jelas akan mengangkat moral para pemain Milan. Rossoneri tengah berjuang finish di zona eropa musim ini. Kemenangan ini juga sangat penting untuk dijadikan modal menghadapi laga di giornata selanjutnya. Setelah ini, Milan akan bertandang ke markas Napoli pada Senin (13/7) dini hari. Jika menang dari Napoli, setidaknya posisi 6 bisa jadi jaminan untuk Milan. Tapi, sejak Gattuso membawa Napoli juara Coppa Italia, Napoli bermain makin bagus.

Patut ditunggu kiprah lanjutan dari AC Milan. Apakah Milan bisa melanjutkan tren kemenangan setelah sebelumnya telah menundukkan Roma, Lazio, dan Juventus? Kita tunggu saja hasilnya nanti.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

MU Tawar Lionel Messi dengan Harga Fantastis

MU Tawar Lionel Messi dengan Harga Fantastis – Dalam pekan ini kabar mengenai kepindahan Lionel Messi santer diberitakan oleh media Eropa, mengingat kontrak Lionel Messi di Barcelona akan berakhir pada akhir musim depan, tepatnya 2021. Perselisihan dengan sang pelatih baru Barcelona, Quique Stien menjadi pemicu sang pemain untuk mencari klub baru pada musim depan, kabarnya klub raksasa Liga Inggris, Manchester United siap menampung La Pulga jika benar sang pemain ingin hengkang dari Barcelona pada musim ini.

MU Tawar Lionel Messi dengan Harga Fantastis

MU Tawar Lionel Messi dengan Harga Fantastis

Klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut berani menawar lionel Messi dengan harga selangit, yaitu sekitar 119 juta Euro atau setara kurang lebih 2 Triliun, harga yang sangat fantastis untuk ukuran pemain yang sudah berusia 33 tahun.

Menurut salah satu progam TV di Argentina Varsky Sport, bukan hanya MU saja yang berani menawarkan harga segitu jika Lionel Messi ingin mencari klub baru pada musim depan, raksasa klub Prancis PSG juga di kabarkan juga menawar Lionel Messi dengan harga yang sama plus satu pemain untuk mendapatkan servis Lionel Messi pada musim depan.

Sang pemilik Ballon D’or enam kali tersebut, jika pada musim depan bergabung dengan MU dengan bandrol 119 juta Euro, maka harga tersebut akan menjadi sejarah tersendiri bagi klub asal kota Manchester tersebut, mengingat rekor transfer terbesar mereka saat ini adalah 105 juta Euro saat membeli Paul Pogba dari Juventus.

Meski Lionel Messi masih punya kontrak satu musim lagi dengan Barcelona, namun sang pemain kabarnya enggan menandatangi kontrak baru lagi dengan pihak Barcelona, karean dibawah kepelatihan Quique Stien, Barcelona mengalami penampilan yang kurang meyakinkan pada dua partai terakhir di La Liga musim ini, sehingga posisi puncak kembali dikuasai oleh seteru abadinya Real Madrid.

Akankah Lionel Messi akan mencari klub baru pada musim depan?, atau sang pemain masih setia dengan Barcelona musim depan?, kita tunggu kabar selanjutnya dari pemain pemilik Ballon D’or terbanyak ini, karena kabarnya Barcelona juga akan di latih oleh Xavi Hernadez pada musim depan.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

McMenemy Prabowo Akan Mendirikan Akademi Sepak Bola Bertaraf Internasional

McMenemy Prabowo Akan Mendirikan Akademi Sepak Bola Bertaraf Internasional – Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto ternyata menaruh perhatian kepada perkembangan olahraga sepakbola di tanah air. Kabar yang diambil dari situs indosport.com mengatakan kalau Prabowo Subianto yang kini orang nomor satu di Kementerian Pertahanan itu akan mewujudkan keinginannya mendirikan Akademi Sepakbola.

McMenemy Prabowo Akan Mendirikan Akademi Sepak Bola Bertaraf Internasional

McMenemy Prabowo Akan Mendirikan Akademi Sepak Bola Bertaraf Internasional

Menurut Rudy Susmanto, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, sekaligus juga kader Partai Gerindra, bosnya menugaskan dirinya untuk mendirikan akademi sepakbola di Bogor, Jawa Barat. Tepatnya di Lapangan Nusantara Polo Club, lokasi yang biasa diambil Prabowo untuk berkuda, di Kelurahan Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang petinggi negara, Prabowo Subianto juga sempat berkuda atau berenang untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Rudy menceritakan Prabowo Subianto sudah mengajak mantan pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy untuk terlibat, mendirikan, dan menjadi instruktur nantinya di “perguruan tinggi” ini.

Ya, akademi sepakbola bertaraf internasional, Pak Prabowo ingin mencari dan menampung talenta-talenta muda berbakat negeri ini, dan dibina secara gratis,” tutur Rudy. Rudy mengakui dia sudah banyak berdiskusi dengan McMenemy untuk mewujudkan keinginan Prabowo itu. Mulai dari segi sistem kompetisi di akademi sampai ke soal konsep dan sebagainya.

Sesuai perjanjian, Rudy sudah bertemu dengan McMenemy pada hari Sabtu (20/6/2020) di Lapangan Polo Nusantara Club. Kelihatannya, Rudy sangat senang bisa bertemu dengan mantan pelatih Bhayangkara FC itu. ini murni ide dan gagasan Pak Prabowo,” kata pria berpostur tinggi besar itu. Rudy merupakan seorang politisi yang gemar berolahraga. Saat ini dia adalah salah seorang pengurus PP Pordasi.

Prabowo juga menaruh perhatian kepada perkembangan olahraga lainnya, Pencak Silat dan Berkuda. Memang di Lapangan Nusantara Polo Club tersebut sudah kerap digunakan untuk latihan klub-klub di sekitar Cibinong. Alhasil, dengan didirikannya akademi sepakbola, maka diharapkan nantinya latihan menjadi terprogram dan bertujuan lebih teratur. Talenta-talenta usia dini yang digembleng diinginkan akan membawa Garuda terbang tinggi di angkasa.

Selain sebagai seorang politisi, Prabowo Subianto adalah seorang pengusaha dan militer. Jika disimak lebih dalam, ternyata keinginan Prabowo itu sudah pernah diungkapkannya pada bulan Pebruari 2019 lalu kepada awak media. Di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada saat itu Prabowo mengatakan bahwa ada dua keinginan yang ingin diwujudkannya setelah dia tidak di politik lagi.

Dua keinginan itu adalah di dunia olahraga dan pendidikan

Bos Gerindra ingin mendirikan sekolah sepakbola dan perguruan tinggi bertaraf internasional. Sepakbola Indonesia harus maju, saya malu Indonesia kalah melulu,” tuturnya. Dan di bidang pendidikan, Prabowo mengatakan ingin mendirikan perguruan tinggi yang setaraf Universitas Harvard atau Oxford. Bos Gerindra ingin mendirikan Oxford nya Indonesia atau Harvard nya Indonesia.

Untuknya Prabowo mengatakan dia sudah mendirikan UKRI (Universitas Kebangsaan Indonesia). Meski tak sehebat Harvard atau Oxford, diakui Prabowo universitas itu sudah memakai nama Kebangsaan Indonesia, sulit membubarkan atau melepas kampus ini.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Pasca Laga Lazio vs Milan Tifosi Kembali Fokus ke Klasemen Serie A

Pasca Laga Lazio vs Milan Tifosi Kembali Fokus ke Klasemen Serie A – Tidak hanya Premier League yang semakin seru, Serie A pun demikian. Meski situasi di papan atas klasemen terlihat melegakan bagi Juventini, namun persaingan tetap sengit. Masih ada 24 poin yang dapat diperebutkan, secara matematis Inter yang tertinggal 11 poin dari Juventus masih bisa berpeluang untuk juara. Bahkan, Atalanta yang tertinggal 15 poin juga masih bisa menaruh mission impossible itu.

Pasca Laga Lazio vs Milan Tifosi Kembali Fokus ke Klasemen Serie A

Pasca Laga Lazio vs Milan Tifosi Kembali Fokus ke Klasemen Serie A

Namun, sepak bola juga tetap perlu realistis. Tentu terlihat tidak logis jika Juventus membiarkan 11-15 poin hilang hanya untuk membuat lawan dapat menggagalkan peluang mereka menambah gelar juara Serie A. Terbukti, dalam beberapa laga terakhir, Juventus terlihat sangat superior. Terlepas dari banyaknya gol yang tercipta melalui bola mati, mereka memang berada di performa yang lebih baik dibandingkan lawan-lawannya.

Hasil paling baru bagi Buffon dkk. adalah ketika Juventus menang di derbi Turin melawan Torino. Skor 4-1 menegaskan jarak yang masih jauh antara Juventus dengan si tetangga. Tidak hanya laga itu yang membuat Juventus semakin nyaman di puncak, laga lain yang dilakoni para rival juga mempengaruhi. Khususnya ketika Lazio kalah dari AC Milan (5/7).

Sebenarnya Lazio adalah klub yang paling dekat dengan Juventus. Namun, karena performa mereka yang tidak sekonsisten Juventus, akhirnya torehan poinnya justru terus menyusut. Kekalahan dari AC Milan juga membuat Lazio semakin didekati Inter Milan. Jika Inter mampu mengalahkan tamunya, Bologna (5/7) pada lanjutan pekan 30, maka jarak kedua tim hanya 1 poin.

AS Roma yang memiliki 48 poin masih sangat memungkinkan untuk digusur oleh AC Milan dan Napoli. Hal ini dikarenakan performa Edin Dzeko dkk. yang sangat tidak stabil. Mereka kadang menang, kadang kalah, membuat publik sulit untuk memprediksi tempat Giallorossi di akhir musim.

Ditambah dengan performa Milan yang mulai kembali percaya diri, tentu peluang mereka untuk berkompetisi di Eropa lebih terbuka dibandingkan Si Serigala Roma. Begitu pula dengan peluang Napoli untuk masuk ke zona Eropa. Setelah pergantian pelatih dari Ancelotti ke Gattuso, Napoli secara perlahan menunjukkan progres. Mereka kini sudah berada di zona pacuan untuk ke Eropa musim depan.

Bahkan, dengan torehan gelar Coppa Italia di musim ini, tentu ada kepercayaan diri yang bagus, meski mereka sempat mengalami kekalahan dari Atalanta di pekan 29 Serie A. Setidaknya Insigne dkk. tidak akan meragukan kapasitas taktik pelatihnya untuk finis di zona Eropa.

Salah satu laga yang dapat menentukan siapa yang dapat mengisi slot zona Eropa adalah duel antara Napoli vs AC Milan. Jika Napoli menang, maka peluang mereka untuk tampil di Eropa semakin besar.
Situasi ini juga dapat dimulai dari big match antara Napoli vs AS Roma pada Senin dini hari (6/7). Siapa pun yang menang, merekalah yang lebih berpeluang berada di zona Eropa.

Jika Roma yang menang, maka mereka akan lebih mapan di posisi kelima sementara. Sedangkan jika Napoli yang menang, mereka tak hanya menggusur Milan tetapi juga berpeluang menggusur Roma jika terjadi penyalipan surplus gol–meski peluang ini masih kecil.

Jadi, laga pasca kemenangan Milan atas Lazio telah membuat publik penikmat Serie A mulai terbangun, dan fokus untuk berhitung tentang siapa yang akan berpeluang finis di zona papan atas dan zona Eropa. Bahkan, tak sedikit pula yang mulai melihat siapa yang akan menemani Brescia untuk turun ke Serie B musim depan. Buona visione, tifosi!

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola | Tinggalkan komentar

Juergen Klopp Sudah Dekat dengan Masa Pensiun

Juergen Klopp Sudah Dekat dengan Masa Pensiun – Juergen Klopp bisa jadi sudah dekat dengan masa pensiun sebagai pelatih. Klopp mengungkapkan bahwa dia berencana untuk melatih selama 25 tahun saja. Pelatih asal Jerman itu memulai kariernya di Mainz pada 2001 sebelum bergabung Borussia Dortmund pada 2008. Dalam tujuh tahun, Klopp memenangkan Dortmund dua titel Bundesliga dan sekali Piala DFB kemudian hijrah ke Inggris untuk membesut Liverpool di 2015.

Juergen Klopp Sudah Dekat dengan Masa Pensiun

Medali juara Liga Champions dan Premier League menandai pencapaian Klopp di musim keempatnya bersama the Reds. Kontrak Klopp bersama Liverpool akan habis pada 2024. Saat itu Klopp berarti sudah 23 tahun melatih.

Laga kandang pertama Liverpool setelah kompetisi restart adalah menghadapi Crystal Palace yang berakhir dengan kemenangan 4-0. Manajer Palace, Roy Hodgson akan berusia 73 tahun pada bulan depan. Dan Klopp tidak tertarik memiliki karier melatih sepanjang koleganya itu.

Saya kira saya tidak akan melakukannya di usia itu,” ungkap Klopp kepada Mirror. “Ketika saya menjadi manajer [di usia 33 tahun], saya sudah berpikir … ‘baik, 25 tahun yang penuh tenaga dimulai’. Saya menghabiskan tujuh setengah tahun di Mainz, tujuh tahun di Dortmund dan di 2024 akan menjadi 23,5 tahun. Saya tidak punya rencana setelahnya.”

Liverpool ingin mempermanis suksesnya menjuarai Liga Inggris dengan mematahkan rekor 100 poin Manchester City. Dengan demikian, Liverpool masih berpeluang meraup 104 poin di enam pertandingan sisa.

Setelah digebuk Man City 0-4, Liverpool akan mencoba bangkit ketika menghadapi Aston Villa pada Minggu (5/7) malam WIB. Tantangan akan dihadapi si Merah dalam mewujudkan ambisi rekor poin itu karena masih akan bertemu dengan Arsenal di Stadion Emirates (15/7) dan Chelsea di Anfield (22/7).

Ditulis pada berita bola, Bola, liga inggris, liga italia, liga spanyol | Tinggalkan komentar

Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan Kepentingan Sesaat Saja

Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan Kepentingan Sesaat Saja – Sejumlah klub menyatakan tidak setuju kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan pada Oktober 2020 mendatang. Pandemi Corvid-19 (corona) masih menghantui masyarakat, belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini sepakbola bukan merupakan prioritas bagi masyarakat. Mereka adalah Persebaya Surabaya, Barito Putra dan Persik Kediri.

Kompetisi Liga 1 Dilanjutkan Kepentingan Sesaat Saja

Soal tidak setujunya kompetisi dilanjutkan sejak awal sudah lantang disampaikan oleh Madura United. Bahkan klub itu menyatakan tidak ikut jika kompetisi dilanjutkan, meski akhirnya kalah suara dalam rapat Exco (Komite Eksekutif) PSSI. Silakan kalau mau melanjutkan, Madura United tidak ikut. Kami sudah meminta masukan dari banyak pihak, termasuk pemain. Mereka mendukung penolakan ini karena risikonya masih tinggi,” kata Haruna Soemitro seperti dikutip dari Antara, 3 Juni 2020.

Persebaya Surabaya dalam penjelasannya menyatakan, sampai saat ini, selama 3 (tiga) bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan. Padahal ini sangat diperlukan untuk memberi kepastian kepada semua stakeholder sepak bola.

Persebaya pun mengajukan pertanyaan, yang dimuat di laman resminya sebelum menyatakan ketidaksetujuannya itu. “Pertanyaan-pertanyaan kami: Apa yang terjadi apabila ada pemain dan personel tim yang terinfeksi Covid-19? Apalagi apabila lebih dari satu pemain atau personel tim? Tentu akan berdampak pada tim secara keseluruhan. Lebih jauh lagi, apakah kondisi fasilitas kesehatan –khususnya rumah sakit– mampu menghadapinya. Dan itu berpotensi menambah beban petugas kesehatan, yang sekarang saja sudah dalam kondisi sangat berkesusahan.

Persebaya Surabaya Barito Putra dan Persik Kediri

Sedangkan Barito Putra melalui CEO-nya, Hasnuryadi mengatakan bahwa salah satu pertimbangan yang mendasari keputusan itu adalah pengalaman buruk tentang virus corona yang pernah dialamai tim Barito Putera. Asisten Pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, pernah terjangkit virus corona dan dirawat selama lebih dari satu bulan di rumah sakit di Banjarmasin. “Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini,” katanya.

Meski belum menyatakan tegas apakah dengan ketidaksetujuan itu mereka akan tidak ikut lanjutan kompetisi, namun sikap itu merupakan tamparan tersendiri bagi PSSI. Mereka seperti membuka kenyataan bahwa PSSI seperti tidak mau tahu kondisi berat yang dialami anggotanya, terutama klub. Kondisi klub Liga 1 dalam terpaan Corvid-19 bisa dibilang sudah sempoyongan. Keputusan PSSI membolehkan klub membayar maksimal 25% gaji pemain memang cukup meringankan beban. Namun tetap saja keteteran dengan tak adanya sponsor, tiket dan subsidi dari PT LIB.

Kompetisi lanjutan pada Oktober 2020 juga tidak menjamin sponsor akan kembali dengan nilai rupiah seperti sebelum pandemi C0rvid-19 terjadi. Sponsor yang telah bekerjasama dengan klub tentu kembali berhitung, karena mereka juga terimbas pandemi ini.

Maka dapat dibayangkan betapa makin beratnya beban yang ada pada klub. Kepentingan sesaat, jangka pendek seperti disampaikan Persebaya dalam pernyataannya jangan sampai berdampak terhadap kompetisi jangka panjang dan timnas.

Di sinilah PT LIB harus meningkatkan perannya melindungi dan mengayomi anggotanya. Memang PT LIB merupakan perusahaan yang dipercaya mengelola kompetisi, tapi tentu tidak sekedar membebek begitu saja dengan mengabaikan kepentingan klub.

Apalagi PSSI. Sudah wajar dan semestinya mengerti kesulitan yang dialami oleh klub-klub, yang semuanya merupakan anggota dan sebagian merupakan pemilik suara (voter). PSSI harus berpiikir secara matang, tidak bisa gegabah.

Ditulis pada berita bola, Bola | Tinggalkan komentar

Jelang Manchester City vs Liverpool Ini tentang Kejujuran Guardiola

Jelang Manchester City vs Liverpool Ini tentang Kejujuran Guardiola – Menjelang laga ke-32 Premier League antara tuan rumah Manchester City dan Liverpool di Etihad, Jumat (3/7/20) dini hari WIB, ada beberapa informasi terkini yang bisa kita simak. Melalui situs resmi klub, Liverpoolfc.com (1/7/20), Jurgen Klopp menegaskan tidak ada kekhawatiran cedera baru menjelang perjalanan Liverpool ke Manchester City.

Jelang Manchester City vs Liverpool Ini tentang Kejujuran Guardiola

Jelang Manchester City vs Liverpool Ini tentang Kejujuran Guardiola

Sejauh ini hanya satu pemain baru yang dipastikan mengalami cedera serius. Dia adalah Joel Matip yang akan menepi selama sisa musim ini hingga musim depan. Juara Liga Premier mengunjungi Stadion Etihad pada hari Kamis atau Jumat dini hari WIB. Ketika Klopp ditanya apakah ia memiliki kekhawatiran tentang kebugaran pemain.

Selama konferensi pers pra-pertandingan itu, Klopp mengatakan kepada Liverpoolfc tersebut : “Tidak, belum. Satu dengan Joel yang mungkin kau kenal dan itu saja untuk saat ini.” Matip mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa cedera kaki yang dideritanya melawan Everton pada 21 Juni akan menghalanginya bermain sampai kompetisi berakhir musim ini.

Demikian pula dua pemain kemungkinan absen dalam laga nanti. James Milner absen sejak karena masalah cedera hamstring. Satu pemain lagi yaitu Xherdan Shaqiri masih berkutat dengan cedera betisnya, tidak bermain untuk The Reds sejak Januari lalu.

Kubu Manchester City, dipastikan tanpa Sergio Aguero yang cedera lutut dan Fernandinho yang mengalami skorsing kartu merah ketika berhadapan lawan Chelsea. Sementara Eric Garcia mengalami cedera kepala dalam pertandingan mereka melawan Arsenal bulan lalu dan belum tampil sejak itu.

Karena alasan di balik Liverpool merebut trofi Liga Premier musim ini, Pep Guardiola mengatakan kepada media: “Itu adalah tim yang lebih baik bermain di level luar biasa dan kami harus berbuat lebih banyak.” Kata Pep Guardiola dilansir situs Liverpoolfc itu. Pernyataan jujur pelatih City asal Spanyol ini patut diacungi jempol. Menurut Pep bahwa sepak bola dan olahraga membantu untuk memahami bahwa pihak lain lebih baik.

Pep Guardiola juga mengakui bahwa kini dirinya harus mencoba mengurangi kesenjangan. Untuk tujuh atau delapan pertandingan berikutnya dan musim depan Manchester City harus bekerja lebih keras dan lebih baik. Ada banyak detail dan kami tidak jauh, tetapi kami harus melakukan sedikit lebih banyak dalam banyak aspek.” Demikian pengakuannya dihadapan situs resmi klub Liverpoolfc.

Mengacu pada starting eleven kedua tim di pertandingan terakhir. Berikut adalah susunan pemain mereka. Newcastle United 0-2 Manchester City (28 Juni, Piala FA): Bravo, Walker, Otamendi, Laporte, Mendy, Gundogan, De Bruyne, David Silva, Mahrez, Sterling, Jesus. Liverpool 4-0 Crystal Palace (24 Juni, Liga Premier): Alisson, Alexander-Arnold, Gomez, Van Dijk, Robertson, Fabinho, Henderson, Wijnaldum, Salah, Mane, Firmino.

Bisa saja starting skuad mereka tidak jauh dari penampilan terakhir mereka. Baik City maupun Liverpool adalah dua tim dengan pemain yang memiliki kedalaman yang setara. Kita tunggu saja duel bergengsi ini. City lawan Liverpool dalam suasana yang berbeda.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga inggris, liga italia, liga spanyol | Tinggalkan komentar

Masa Transisi dan Keberuntungan Liverpool Merajai Liga Inggris

Masa Transisi dan Keberuntungan Liverpool Merajai Liga Inggris – Rafael Benitez adalah pelatih yang mengisi gelar Liga Champions kelima pada lemari koleksi Anfield. Ia juga yang membawa Liverpool ke final Liga Champions musim 07-08, dan ‘hampir’ merajai Liga Inggris musim 08-09. Musim 09-10 adalah karir terakhirnya bersama Liverpool, ia harus menemui jalan pisah lantaran dianggap ‘gagal’ merengkuh trofi Liga Inggris.

Masa Transisi dan Keberuntungan Liverpool Merajai Liga Inggris

Masa Transisi dan Keberuntungan Liverpool Merajai Liga Inggris

Lalu, Roy Hudgson merapat sebagai suksesor Rafa untuk memulai kisah baru bersama Liverpool. Baru setengah musim berjalan, Liverpool malah terlempar jauh dari zona Liga Champions, minim produktifitas gol, dan bahkan sempat bertengger di zona degradasi. Ini adalah fase transisi yang paling memalukan bagi Liverpool sepanjang era premier league.

Lalu ia mendatangkan ‘Sang Penembak Jitu’, El Pistolero, Luis Suarez, untuk menambal lubang vital di lini depan Liverpool akibat kepergian Fernando ‘El Nino’ Torres. King Kenny, begitu sapaan akrabnya, sempat meniupkan angin segar dengan raihan trofi Carling Cup. Tapi di musim berikutnya, ia tak cukup kuat untuk membangun ulang skuad Liverpool di masa transisi.

Bendan Rodgers ditunjuk untuk menukangi pembangunan Liverpool pada periode selanjutnya, masih dalam keadaan terjelembab di masa transisi. Ia datang berdasarkan riwayat apik saat menjadi juru taktik Swansea. Gue melihat, Rodgers berhasil membangun tim pada masa transisi. Puncaknya terjadi pada musim 13-14, Liverpool hampir menjadi kampiun Liga Inggris, sebelum insiden ‘terpeleset’ sang kapten, juga hasil imbang dengan Crystal Palace.

Pada fase itu, transisi Rodgers sukses meramu duet mengerikan; SAS (Suarez dan Sturridge). Duet itu juga ditopang oleh pemain yang menemui kematangan, seperti Rahemm Sterling dan Philiphe Coutinho. Sayangnya, fase transisi itu tidak melenggang lama. Suarez pindah ke Barca, dan Sterling pindah ke Manchester City.

Praktis, transisi harus dimulai dari nol lagi. Lucunya, gue melihat ada semacam ‘pembelian panik’. Ricky Lambert, Lazar Markovic, bahkan Mario Balotelli! Gue ulangi, ya. Mario Balotelli. Mereka dibeli untuk masuk dalam proyek pembangunan tim jilid dua. Dan hasilnya, ya sudah pasti gagal.

Penunjukan Jurgen Klopp Rencengan Cattan Yang Di Rahasiakan

Hingga tiba lah tamu agung, Jurgen Klopp. Ia datang membawa rencengan catatan sebagai Juara Liga Jerman dan finalis Liga Champions kala menangani Dortmund. Di tangan Klopp, masa transisi Liverpool perlahan mulai menggigit. Klopp sukses memboyong Liverpool ke partai final Capital One, Liga Eropa, dan Liga Champions. Kendati gagal juara, itu merupakan sinyal yang cukup kuat, bahwa pondasi skuad Liverpool telah berada di lajur yang tepat.

Kontroversi Kepergian Coutinho Badai Hebat

Kepergian Coutinho adalah badai hebat di saat masa transisi sedang berlangsung. Ketakutan itu hadir kembali sebagai pengingat terhadap sejarah buruk, bahwa Rodgers pernah gagal membangun tim di jilid kedua pasca Suarez dan Sterling pergi. Praktis, hanya Adam Lallana yang ‘setara’ terhadap kemampuan Coutinho sebagai gelandang kreatif.

Pelan-pelan, Klopp dapat memberangus keraguan itu. Kehilangan Coutinho dibalas tuntas oleh gelar Liga Champions musim 18-19. Pada musim itu juga, Liverpool mulai mendominasi Liga Inggris. Fase transisi itu tampak mekar menjadi bunga-bunga kemenangan. Jalan gelap transisi Liverpool mulai menemui jalan terang.

Dan pada awal musim 19-20, Liverpool mulai berani mengeluarkan taringnya. Ia siap menjadi penantang serius gelar juara Liga Inggris. Dan selama musim 19-20 berjalan, Liverpool benar-benar tampil kesetanan. Ia melesat jauh meninggalkan para pesaingnya di belakang.

Variabel Eksternal Seutas Catatan Menarik

Setelah gue mengulik variabel internal di tubuh Liverpool itu sendiri, kini gue akan mengulik variabel eksternal. Saat Liverpool telah menemukan masa jayanya, justru tim-tim Inggris lain sedang berada di masa transisi. Pada musim kompetisi 19-20 dimulai, gue memprediksi hanya Manchester City yang akan menjadi pesaing Liverpool. Karena kedua tim itu sama-sama dalam kondisi matang, atau dengan kata lain, tidak sedang dalam masa transisi.

Sementara Arsenal, Chelsea, Manchester United, sedang berada di masa transisi. Sepeninggal Arsene Wenger, Arsenal terus membongkar pasang skuadnya. Chelsea malah baru memulainya sejak ditinggal Conte.

Begitu juga MU, yang tak kunjung membaik pasca Alex Ferguson pamit dari kursi pelatihan. Dan itu adalah salah satu faktor ‘keberuntungan’ Liverpool dari aspek eksternal. Gue membayangkan, Liverpool belum tentu merengkuh gelar juara jika; tim-tim besar Inggris berada pada masa jayanya.

Justru yang tidak diperhitungkan adalah Leicester. Perginya Ranieri, Mahrez, Drinkwater, dan Kante, dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, memangkas habis sebagian kekuatan inti tim tersebut. Tapi diam-diam ia berhasil menyelinap di antara barisan Liverpool dan Manchester City. Siapa arsiteknya? Brendan Rodgers.

Kesimpulannya, Liverpool akan merasakan kembali semilir era keemasan, karena ia berhasil melewati sekelumit masa transisi. Sebagai catatan, gue hanya menganalisa sejak musim 10-11, sepuluh tahun adalah waktu yang cukup panjang dalam mengarungi masa transisi. Bahkan kalau ingin dirunut, sudah tiga puluh tahun Liverpool harus berada di zona transisi, karena tak kunjung merengkuh gelar Liga Inggris.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga inggris, liga italia, liga spanyol | Tinggalkan komentar

Karena Salah Liverpool dan Luka Lama Heysel

Karena Salah Liverpool dan Luka Lama Heysel – Saya bukan pencinta Liverpool. Bahkan ada rasa tidak suka dengan Liverpool, rasa itu terkadang bisa muncul rasa benci. Begitu juga dengan klub-klub inggris lainnya. Saya relatif kurang menyukainya. Gaya kick and rush yang dikembang klub Inggris rasanya bukan sepak bola yang indah, adu otot, bukan adu tehnik apalagi seni bola.

Karena Salah Liverpool dan Luka Lama Heysel

Karena Salah Liverpool dan Luka Lama Heysel

Sekarang, sudah banyak berubah. Semenjak banyak pelatih non Ingris Raya yang menjadi pelatih, seperti Pep Guardiola dan tentu saja Jurgen Klopp, dengan pengecualian Jose Maurinho dengan sepak bola pragmatismenya. Kenangan pada Liverpool adalah kenangan pada luka dalam tragedi Heysel. Di tahun 1985, tepatnya 29 Mei 1985. Saya dengan mata anak-anak begadang ingin melihat fina piala Champions yang disiarkan TVRI, lewat TV hitam putih 17 Inci. Melawan kantuk dan rasa malas.

Semangat ingin melihat duel Juventus VS Liverpool, di sana ada Michel Platini yang baru saya mengantar Perancis sebagai juara piala Eropa. Platini top skornya dengan 9 gol, padahal hanya 5 pertandingan. Saat itu Piala Eropa hanya diikuti 8 tim.

Salah satu hari, yang rasanya termasuk hari — hari yang tidak terlupakan dalam hidup saya. Duduk di depan TV di waktu dini hari, melihat final Paial Champion, pertandingan begitu alot. Liverpool lebih menguasai. Namun Juvenstus kokoh bertahan. Saya waktu itu mendukung Juventus karena ada Platini di sana.

Di babak kedua, saya melihat asap memumbung dari tribun penonton. Pemain belakang liverpool melakukan pelanggaran. Wasit menunjuk titik putih. Platini maju sebagai algojo dan gol. Juventus juara. Pertandingan yang sebenarnya biasa-biasanya, sedikit membosankan, apalagi setelah mencetak gol. Juventus cenderung parkir bis saja. Yang menjadikannya istimewa adalah tragedi Heysel.

Memori yang tersimpan dalam otak saya sejak kecil, peristiwa yang salah adalah Liverpool, para holigannya yang membuat rusuh. Kemudian UEFA memberikan hukuman Liverpool, bahkan kepada klub-klub Inggris lainnya.

Hukuman itu mempunyai dampak positif, setidak-tidaknya dari perubahan perilaku suporter Inggris yang berubah menjadi lebih baik. Stodion tanpa pagar, sehingga menjadikan penonton dan pemain tidak berjarak. Suporter liga Inggris telah berubah menjadi bagian yang penting bagi perubahan sepak bola Inggris yang lebih baik. Tetapi memori tentang tragedi Heysel masih melekat juga dalam hati.

Bahkan malam penuh drama Liverpool saat mengalahkan AC Milan di final Liga Champions setelah tertinggal 3 gol tidak mengubah citra liverpool yang masih terkait dengan tragedi Heysel. Malam fanatastik memang, untuk sebuah pelajaran semangat dalam kehidupan, jangan mudah menyerah saat berjuang. Ada banyak pemain di Liverpool, mulai dari Ian Rush, John Barnes sampai era Stevan Gerard, yang mempesona dengan karir yang cemerlang. Tapi kesan pertama tentang Heysel yang masih ada juga.

Klub liga Inggris pada tenggelam oleh pesona MU dan Ferguson, setelah itu muncul Maurinho dengan pragmatisnya, ada Pep Guardilo di Man City. Jurgen Klopp hadir dengan Liverpool juara liga Champions setelah sebelumnya tampil juga di final dengan gol-gol yang konyol. Kalah dari Real Madrid. Tidak ada yang menarik, klub juara setelah 30 tahun puasa. Tetapi, Klopp telah memberikan asa dan semangat baru di Liverpool.

Perhatian terhadap Liverpool justru ketika Salah di Liverpool. Ada ikatan dari dunia ketiga dalam dunia ketika dalam pikiran saya. Mungkin sebuah ikrar primordial saja. Saya sangat mendukung AC Milan saat diperkuat George Weah, begitu juga sangat mendukung Chelsea ketika masih diperkuat oleh Didier Drogba, sikap yang sama juga kepada klub yang dibela oleh Samuel Eto’o seperti Inter Milan.

Salah di Liverpool menjadi unik, beda sekali dengan Salah saat di Chelsea. Adanya Mo Salah di Liverpool membuat saya mengikuti berita tentang klub yang mempunyai semboyan menggetarkan ” You’ll Never Walk Alone. Sekarang Liverpool juara. Ada yang menarik?? Menjadi juara di era pandemi, ketika sepak bola dimainkan tanpa penonton. Tidak ada yang menarik, kecuali sekedar pelepas haus bagi suporternya yang dahaga juara Inggris setelah sekian lama.

Ada noda besar di Liverpool di tahun ini juga, tersingkir di Piala FA dan liga champions. Rasanya, Klopp belum layak disejajarkan dengan Ferguson yang memberikan MU treble winner, atau bahkan rasanya belum sejajar dengan Rafael Benitez yang menyajikan malam ajaib bagi fans sepak bola dunia di Istambul.

Klopp dan Liverpool harus bisa menyajikan sesuatu yang hebat, setidak-tidaknya setara dengan Ferguson. Jika ingin dikenang sebagai legenda sepak bola atau setidak-tidaknya menghapus kenangan saya tentang tragedi Heysel.

Ditulis pada berita bola, Bola | Tag , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar