Cerita Andy Cole Yang Hampir Ngompol Gara-Gara Ronaldo

Cerita Andy Cole Yang Hampir Ngompol Gara-Gara Ronaldo – Cole mengenang peristiwa berdiri sejajar dengan Ronaldo di lorong San Siro jelang pertarungan di leg kedua babak perempat-final Liga Champions.
Andy Cole mengaku tak bisa berkata-kata saat bersanding dengan Ronaldo di terowongan San Siro sebelum Manchester United melawan Inter Milan di Liga Champions pada 1999, bahkan ia hampir dibuat ngompol hanya karena melihat bintang Brasil tersebut.

Cerita Andy Cole Yang Hampir Ngompol Gara-Gara Ronaldo

Cerita Andy Cole Yang Hampir Ngompol Gara-Gara Ronaldo

Cole menikmati periode yang sangat sukses di Old Trafford antara 1995 dan 2001, dengan ia mencetak 121 gol dalam 275 penampilan selain juga memenangkan sembilan trofi bergengsi. Mantan pemain internasional Inggris itu membantu United memenangkan treble pada 1998/99, ketika tim Sir Alex Ferguson mendominasi kancah domestik dan juga meraih kesuksesan di Liga Champions.

United datang melawan Inter di musim tersebut, dengan mereka mengalahkan wakil Italia itu terlebih dahulu lewat skor 2-0 di leg pertama babak perempat-final yang digelar di Old Trafford, sebelum kemudian menuju San Siro untuk pertandingan kedua. Legenda Brasil Ronaldo kembali ke susunan tim Inter setelah absen di pertandingan pertama, dan ia berhadapan satu lawan satu melawan Cole yang waktu itu juga dipandang sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Bintang Setan Merah itu mengatakan bahwa momen tersebut adalah pengalaman “yang “sukar dipercaya” baginya, karena ia berhadapan langsung dengan pemenang Ballon d’Or, sedemikian rupa sehingga ia diliputi rasa gugup sebelum pertandingan dimulai.

Kepada Beautiful Game Podcast, Cole mengatakan: “Saya ingat ketika kami melawan Inter Milan pada musim yang sama dan saya berbaris di terowongan dan saya melihat Ronaldo. Saya tidak akan berbohong, saya hampir ngompol!

Dia adalah orang yang telah saya tonton selama bertahun-tahun. Saya berbicara tentang seorang pemain hebat, seorang pemain yang bisa memainkan bola dengan gampangnya. Dia memiliki segalanya dan saya berdiri di terowongan di San Siro dan saya berkata: ‘Ini sakit!’, tetapi ketika Anda berada di level itu dan Anda berpikir, ‘Ya ampun, saya sebenarnya berada di level yang sama dengan orang-orang ini. Saya berada di posisi yang sama dengan orang-orang ini, saya berada di level itu’, ini terasa tidak nyata.

Saya selalu jujur dan saya selalu terbuka dalam hal-hal seperti ini. Bermain melawan orang-orang seperti ini, itu adalah sesuatu yang ketika saya menoleh ke belakang, saya berkata kepada anak-anakku: ‘Saya oke. Saya setengah berhasil!’.

Cole melanjutkan dengan mengungkapkan keyakinannya bahwa cedera menghalangi Ronaldo untuk menyapu bersih semua penghargaan individu di puncak kariernya, dengan generasi sekarang ini lebih tertarik untuk mengeksploitasi Ronaldo lain yang merupakan legenda Portugal.

Jika Anda berbicara dengan banyak anak sekarang dan Anda berbicara tentang Ronaldo Brasil, mereka melihat Anda seolah Anda punya tiga kepala karena mereka tidak tahu siapa dia,” tambahnya. “Jika kita menghilangkan cederanya, dia bisa memenangkan Ballon d’Or dari tahun ke tahun dan mencetak jutaan gol. Dia seorang pesepakbola luar biasa! Dia adalah bakat absolut.

Tentu saja, kita akan membicarakan Cristiano Ronaldo pada level itu seperti halnya R9 karena itulah yang kita lihat sekarang, itulah yang dilihat anak-anak sekarang – tetapi jika Anda menghilangkan cedera itu, dia luar biasa, seorang pesepakbola yang hebat.

Tulisan ini dipublikasikan di berita bola, Bola dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *