Pertahanan Juventus Bobrok Sarri Berkilah

Pertahanan Juventus Bobrok Sarri Berkilah – Juventus kemungkinan besar akan kembali juara Liga Italia Serie A. Dengan tiga laga sisa, mereka unggul enam poin dari Atalanta yang ada di posisi dua klasemen sementara. Namun, jika Juventus juara musim ini, statistik mereka sangat tak bagus di lini belakang. Namun, atas performa lini belakang itu, pelatih Juventus Maurizio Sarri pun berkilah. Di bawah besutan Sarri, lini belakang Juventus sudah kebobolan 38 kali di musim ini. Jumlah itu terburuk dibandingkan sembilan musim terakhir.

Pertahanan Juventus Bobrok Sarri Berkilah

Pertahanan Juventus Bobrok Sarri Berkilah

Artinya, Juventusnya Sarri lebih buruk daripada Juventusnya Conte dan Allegri yang memiliki pertahanan bagus. Dengan Liga Italia Serie A masih menyisakan tiga laga, Juventus potensial menambah daftar kebobolan. Mungkin saja perubahan di lini belakang Juventus cukup berpengaruh. Diketahui, musim ini Juventus mengandalkan pemain baru, Matthijs de Ligt yang baru dibeli dari Ajax. Ligt diduetkan dengan Leonardo Bonucci. Jika dilihat dari statistik di whoscored, Ligt kalau dirata-rata melakukan satu pelanggaran dalam satu pertandingan.

Ini berbeda dengan Bonucci yang rata-rata melakukan 0,7 pelanggaran dalam satu pertandingan. Bisa jadi kolaborasi keduanya yang belum on, membuat lini belakang Juventus bobrok. Performa buruk Juventus di lini belakang juga bisa dilihat setelah jeda pandemi. Sejak Liga Italia kembali digulirkan, sudah ada sembilan laga yang sudah dilakukan Juventus. Hasilnya, dari sembilan laga itu, mereka kebobolan 14 gol. Tim yang paling banyak membobol Juventus dalam sembilan laga terakhir adalah AC Milan. Milan mampu menjebol gawang Juventus empat kali saat menang 4-2.

Terbaru di laga melawan Udinese, Juventus kebobolan dua gol dan kalah 1-2, Jumat (24/7/2020). Salah satu gol Udinese dibuat di menit 90, menit yang krusial. Gol di menit akhir itu dibuat Seko Mohamed Fofana. Terkait buruknya lini belakang, Sarri berkilah. Dia merasa aneh dengan perlakuan pada Juventus. “Ada 12 penalti yang (total) diberikan pada lawan-lawan kami,” ujar Sarri seperti diberitakan football-italia.net. Maksud dari pernyataan Sarri adalah bahwa selama musim ini lawan Juventus diberikan penalti yang totalnya 12 kali. “Ini merupakan rekor sepanjang masa. Presentase (lawan dihadiahi penalti) kami pun naik dibandingkan klub lain,” katanya.

Performa Juventus akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Dalam lima laga terakhir di Liga Italia, Juventus hanya bisa menang sekali. Kemenangan itu didapatkan melawan Lazio 2-1. Di dua laga Juventus bermain imbang yakni melawan Atalanta (2-2) dan Sassuolo (3-3). Bisa jadi juga ini adalah musim pertama dan terakhir Sarri di Juventus. Racikannya terbukti tak terlalu istimewa sekalipun Si Nyonya Tua juara. Nama Mauricio Pochettino mulai berdengung untuk menjadi pelatih Juventus di musim depan. Bagaimana selanjutnya? Kita lihat saja nanti.

Sementara masih dari Liga Italia, Lazio menjadi tim terakhir yang menyegel tiket Liga Champions. Mereka memastikan masuk empat besar klasemen akhir Liga Italia Serie A musim ini. Apapun hasil laga di tiga pertandingan sisa tak akan mengubah posisi Lazio di empat besar klasemen akhir Liga Italia Serie A. Kepastian Lazio lolos ke Liga Champions setelah mereka mampu mengalahkan Cagliari 2-1, Jumat (24/7/2020). Di laga yang dilangsungkan di Olimpico itu, Lazio tertinggal terlebih dahulu di menit 45. Striker Cagliari asal Argentina Giovanni Simeone menjebol gawang Lazio di menit 45.

Lazio mampu menyamakan kedudukan menit 47 melalui Milinkovic-Savic. Di menit 60 Lazio memastikan kemenangan melalui gol Ciro Immobile. Bagi Immobile satu gol ini membuatnya memimpin daftar topskor Liga Italia dengan 31 gol. Immobile pun berpotensi menjadi penyerang tersubur Eropa. Tulisan peluang Immobile ini bisa dibaca di artikel saya sebelumnya, di sini.

Keberhasilan Lazio masuk empat besar klasemen akhir adalah pencapaian terbaik pelatih Simone Inzaghi sejak melatih Lazio di musim 2015-2016. Sebelumnya Inzaghi tak pernah membawa anak asuhnya masuk empat besar dan atau lolos ke Liga Champions.

Tulisan ini dipublikasikan di berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *