Sebagai Fan Atletico de Madrid Aku Bangga

Sebagai Fan Atletico de Madrid Aku Bangga – Artikel bola ini merupakan artikel bola perdana yang saya tulis. Terlepas pernah sekali dan dua kali menuliskan testimoni singkat tentang bola di status medsos. Ya, hanya sekadar cuap-cuap. Karena ini merupakan artikel bola perdana, maka saya akan memulai catatan kecil ini dari Spanyol.

Sebagai Fan Atletico de Madrid Aku Bangga

Sebagai Fan Atletico de Madrid Aku Bangga

Begini. Saya sebenarnya fan Atletico de Madrid (ATM). Saya tergolong penggemar ATM yang radikal-fundamentalis namun tidak anarkis apalagi rasis. Sama sekali tidak ya.

Barangkali kita sudah sama-sama tahu bahwa, ATM merupakan klub bola yang lumayan garang dan produktif sepanjang kiprahnya di La Liga Spanyol setelah rivalnya Real Madrid dan Barcelona, tentu saja.

Lebih lanjut, saya jatuh hati kepada klub ini sedari awal kuliah hingga saat ini. Selain merasa takjub dengan sederet prestasi yang pernah diukir ATM di liga domestik dan internasional, saya juga terpana dengan gaya bermain ATM yang epik dan tipekal pemberontak. Selebihnya, melihat kerjasama tim yang begitu solid.

Bila menyoal prestasi klub, sepanjang kariernya ATM pernah menyabet sejumlah gelar nun prestisius. Dengan simplifikasinya, untuk kompetisi domestik ATM pernah menjuarai 10 kali piala La Liga, 10 kali piala Raja Spanyol, 2 kali piala Super Spanyol dan satu piala Copa Eva Duarte.

Sementara untuk kompetisi internasional, ATM 3 kali menjuarai Liga Eropa pada tahun 2010, 2012, 2018, dan Piala Super UEFA pada tahun 2010, 2012, 2018.

Namun nahasnya, ATM sama sekali belum pernah menjuarai ajang Liga Champions. Meski tercatat pernah tiga kali melaju ke partai final dan selalu menjadi juara dua, alias runner-up.

Tentu sebagai fan berat, melihat gagalnya ATM menjuarai piala bergensi se-Eropa itu amatlah nyesek dan pedih. Tapi itu bukanlah diskursus buruk dan tidak akan merubah posisi saya sebagai penggemar.
Menjadi fan dan/atau penggemar klub Atletico de Madrid (ATM) itu cobaannya banyak. Karena pada suatu sisi, selalu dipandang remeh dan picisan oleh kawan-kawan dari fan klub lain. Dalam hal ini fan Real Madrid (RM) dan Barcelona (Barca), misalnya.

Hal ini tentunya tak terlepas dari hasil yang ditorehkan oleh ATM yang tidak selalu manis dibandingkan dua klub anyar (RM dan Barca) yang selama sepuluh tahun terakhir bergantian menjuarai trofi La Liga Spanyol, maupun pada ajang internasional.

Sisi lain, menjadi fan ATM tak selalu luput dari ledekan bahkan kata-kata kasar maha dahsyat dari fan klub tetangga. Atau halnya dari fan klub yang berhasil mengalahkan ATM dalam sebuah pertandingan.

Hal ini tentunya sudah biasa dan lumrah dalam dunia sepak bola ya. Terkhusus pada kalangan fan/penggemar bola sepak akar rumput.

Belum lagi di media sosial, kita bisa saksikan perang komentar dan perdebatan tak keruan antar fan bola yang tak ada bosan-bosannya. Tapi sebagai fan ATM, terkadang saya memilih menghindar dari perang ludah seperti itu. Merasa tidak survive saja.

Saya kira demikian catatan singkat ini di buat sebagai ajang perkenalan–potongan sejarah–diri sebagai fan ATM. Dan untuk menutup tulisan ini, saya ingin berpesan bahwa, jadilah penggemar bola yang dewasa, santun dan respect.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Serie A, Sportbook, UEFA | Tinggalkan komentar

West Ham Kini Lebih Bahagia bersama David Moyes

West Ham Kini Lebih Bahagia bersama David Moyes – David Moyes telah dua kali menyelamatkan West Ham dari degradasi dan ingin merombak skuatnya supaya lebih perkasa pada musim depan. Apakah The Hammers kini sudah lebih bahagia bersama Moyes. West Ham United memastikan bertahan di Premier League. Setelah anak asuh David Moyes itu mampu mengimbangi Manchester United di Old Trafford pada pekan ke-37 lalu.

West Ham Kini Lebih Bahagia bersama David Moyes

West Ham Kini Lebih Bahagia bersama David Moyes

West Ham berhasil mengimbangi Manchester United 1-1, berkat gol Michail Antonio sebelum disamakan oleh Mason Greenwood. Pertandingan itu sekaligus membuat Antonio telah mengoleksi 8 gol sepanjang musim ini 6 gol diantaranya dicetak semenjak restart Liga Inggris. Posisi The Hammers pun secara langsung sudah aman dari jeratan degradasi. Laga terakhir kontra Aston Villa yang berakhir imbang 1-1 pun tidak merubah apa-apa bagi, Mark Noble dan kolega menutup musim dengan nangkring di posisi ke-16 dengan poin 39 dan berjarak 5 angka dari tim yang terdegradasi.

Situasi seperti ini bagi West Ham merupakan kali kedua mereka harus susah payah untuk sekedar bertahan di Premier League. Sebelumnya terjadi pada musim 2017/2018, situasinya pun mirip dengan musim ini. The Hammers terjebak di zona degradasi. Pada dua kesempatan tersebut, sosok David Moyes boleh dikatakan sebagai dewa penyelamat. Ia datang saat West Ham terpuruk dan mengharuskan memecat pelatih sebelumnya seperti Slaven Bilic di musim (2017/2018) dan Manuel Pellegrini musim (2019/2020).

Sayangnya pada kesempatan pertama lalu Moyes tidak mendapatkan perpanjangan kontrak dan West Ham malah memilih Pellegrini, namun setelah pelatih asal Chile itu gagal mengangkat performa tim yang bermarkas di London Stadium, Moyes kembali diminta untuk menyelamatkan klub dari degradasi. Awalnya kedatangan Moyes untuk kedua kalinya ini ditolak mentah-mentah oleh para fans termasuk saya sendiri. Namun manajemen bersikeras untuk membawanya kembali, lantas kenapa Moyes seperti dibenci?

Moyes memang tak pernah punya masalah dengan fans West Ham, tapi yang dilihat oleh para fans adalah prestasinya kala menangani Manchester United gagal kemudian membawa Sunderland degradasi ke Divisi Championship, pun dengan prestasinya di Real Sociedad yang berakhir dengan pemecatan. Namun, Moyes mampu membuktikan kemampuannya dalam menangani The Hammers, meskipun selama perjalanannya tidaklah gampang. West Ham tetap main angin-anginan dan tanpa arah, degradasi hanya tinggal nunggu waktu saja.

Tapi dengan kesabaran Moyes dan moncernya beberapa pemain pasca restart Liga Inggris pada pertengahan Juni lalu, The Hammers bak kesetanan sehingga untuk kedua kalinya ia mampu menyelamatkan West Ham dari degradasi. Jadi untuk kali ini apakah dia layak mendapatkan apresiasi lebih. Declan Rice gelandang andalan West Ham, pernah mengungkapkan bahkan golnya ke gawang Watford pada pekan ke-36 ia persembahkan untuk Moyes. Menurut pemain berusia 21 tahun itu, pria asal Skotlandia itu layak untuk kembali menangani West Ham pada musim depan.

Sejak kami kembali, kami sudah sangat sulit dan mendapatkan tiga kemenangan dalam lima adalah sesuatu yang kami banggakan sebagai sebuah tim. Mereka (staf pelatih) bekerja tanpa henti, 24/7 untuk mendapatkan tim terbaik, untuk mendapatkan taktik terbaik di lapangan dan untungnya kami bisa mendapatkan tiga poin untuk manajer juga,” ungkap Rice. Jelas Moyes sangat disukai oleh para pemain, apalagi performa West Ham setelah Liga Inggris restart tidaklah mengecewakan. Bahkan mampu memenangi laga-laga krusial dalam menghindari zona degradasi.

Setelah kompetisi Liga Inggris 2019/20 purna dan nasib Moyes pun sudah semakin jelas, yakni terus melatih Declan Rice dkk untuk kompetisi musim depan yang akan dihelat mulai 12 September mendatang. Untuk menyambut musim baru yang hanya tinggal 1,5 bulan lagi, Moyes sudah berencana untuk mempermak skuatnya agar bisa bersaing di kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia, salah satu memanfaatkan bursa transfer pemain. West Ham dikabarkan akan melakukan cuci gudang pada musim panas 2020.

Klub yang bermarkas di London Stadium itu disebut-sebut bersiap melepas Fabian Balbuena, Felipe Anderson, Andriy Yarmolenko, termasuk Manuel Lanzini. Hal ini mesti mereka lakukan agar mendapatkan dana segar, seperti yang dilaporkan oleh Football London Saat ini The Hammers dikaitkan dengan para pemain yang berasal dari Divisi Championship. Nama-nama seperti Eberechi Eze, Antoine Robinson, Said Benrahma, Ollie Watkins dan Ryan Manning dalam bidikan Moyes untuk dibawa ke London Stadium. Namun untuk mendatangkan para pemain ini, West Ham terlebih dahulu harus menjual beberapa pemain yang sudah disebutkan sebelumnya.

Akan tetapi sampai saat ini belum ada tawaran yang masuk dan menarik untuk para pemain tersebut sehingga untuk mendatangkan para pemain bidikan pun masih terganjal. Apalagi di bursa transfer musim panas ini, klub-klub akan berhadapan dengan agen yang menuntut signing on fee tinggi, harga jual melonjak karena klub yang ditinggalkan pasti butuh pengganti, dan proses adaptasi pemain. Proses menjajaki pun tidak mudah. Sama kok kayak kamu mendekati orang terkasih. Tidak bisa sembarang tabrak. Ada tarik dan ulur. Bagi West Ham inilah saatnya untuk menginjak pedal gas. Pendekatan harus dilakukan secerdas mungkin.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Serie A, Sportbook, UEFA | Tinggalkan komentar

2 Gol Pierre Emerick Aubameyang Sukses Bawa Arsenal Raih Gelar Juara FA Cup

2 Gol Pierre Emerick Aubameyang Sukses Bawa Arsenal Raih Gelar Juara FA Cup – Laga Final Emirates FA Cup 2019/2020 resmi digelar pada Sabtu 1 Agustus 2020 malam tadi WIB atau Sabtu sore waktu setempat yang mempertemukan antara dua tim sesama kota London Inggris , untuk keunggulan tim The Gunners Arsenal dan pertandingan berlangsung di Stadion Wembley London Inggris .

2 Gol Pierre Emerick Aubameyang Sukses Bawa Arsenal Raih Gelar Juara FA Cup

2 Gol Pierre Emerick Aubameyang Sukses Bawa Arsenal Raih Gelar Juara FA Cup

Pada final kali ini dipimpin oleh wasit Anthony Taylor yang menjadi trending topik di media sosial seperti Twitter misalnya , pasalnya para penonton di seluruh dunia maupun pengamat sepakbola menilai ada beberapa keputusan yang janggal dari sang wasit.

Misalnya saja ketika penjaga gawang Arsenal Emiliano Martinez menangkap bola dari luar kotak penalti ditambah lagi dengan berhasil mengeluarkan total 6 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk pemain Chelsea Mateo Kovacic .

Laga tersebut sejatinya berlangsung sengit dan menarik sejak awal laga , meskipun memang tidak dihadiri oleh para suporter baik The Gunners Arsenal maupun The Blues Chelsea . Dan hasilnya , Chelsea berhasil unggul lebih dulu lewat gol Christian Pulisic pada menit ke ‘5 dan sukses menjebol gawang Arsenal Emiliano Martinez.

Namun tim Arsenal yang dilatih oleh pelatih Mikel Arteta berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-2 pada menit ke ’28 lewat gol penalti Pierre Emerick-Aubameyang dan skor 1-1 bertahan pada babak pertama .

Memasuki babak kedua , kedua tim bermain lebih menyerang dan tepatnya pada menit ke ’67 Arsenal kembali unggul menjadi 2-1 berkat gol yang lagi-lagi dicetak oleh Pierre Emerick-Aubameyang yang berhasil mengecoh penjaga gawang Chelsea Willy Caballero setelah berhasil menerima umpan dari Nicolas Pepe.

Pada menit ke ’73 Chelsea harus bermain dengan 10 pemain setelah Mateo Kovacic mendapatkan kartu kuning kedua dan menjadi kartu merah dari wasit Anthony Taylor yang juga banyak menuai kecaman terutama dari para penonton khususnya penggemar Chelsea .

Dan , akhirnya skor 2-1 tidak berubah hingga usia pertandingan . Dengan demikian tim The Gunners Arsenal berhasil meraih gelar juara Emirates FA Cup 2019/2020 dan kini koleksi gelar juara pun total menjadi 14 trophy juara dan sekaligus menjadi yang terbanyak di tim sepakbola Inggris. Selamat untuk tim The Gunners Arsenal .Congratulations to the Arsenal Gunners team. Demikian saya Irfan Maulana terima kasih dan salam olahraga .

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook, Tembak Ikan | Tinggalkan komentar

Benarkah Keppres Manajer Timnas Ketum PSSI Akan Ditandatangani Presiden

Benarkah Keppres Manajer Timnas Ketum PSSI Akan Ditandatangani Presiden – Melalui tulisan ini, bila memang jabatan manajer timnas akan dibuat Keppresnya seperti panitia piala dunia oleh Pak Jokowi, jangan sampai pak presiden menandatangani Keppres yang isinya ada manajer timnas dijabat Iwan Bule. Atau agar persoalan ini tak menjadi polemik berkepanjangan dan terus menjadi perbuncangan berbagai pihak dan publik sepak bola nasional, mohon kepada ketua umum PSSI, tarik ucapan dan pernyataannya tentang jabatan manajer timnas yang akan diembannya.

Benarkah Keppres Manajer Timnas Ketum PSSI Akan Ditandatangani Presiden

Benarkah Keppres Manajer Timnas Ketum PSSI Akan Ditandatangani Presiden

Jangan mempermalukan diri sendiri di hadapan publik sepak bola dunia. Indonesia negara besar, rakyatnya banyak. Masa, untuk mencari seorang manajer saja tidak bisa. Lagi pula sebagai ketua umum PSSI, bila timnas berprestasi, yang akan dapat pujian bukan manajer dan pelatih serta pemain semata, tapi karena prestasi ketuanya. Sejujurnya, sejak PSSI nampak tidak jelas langkahnya dalam pembenahan dan “bersih-bersih” di dalam tubuh organisasinya sendiri, selama PSSI masih di jabat oleh ketua umum yang sekarang, saya sudah malas membuat catatan tentang PSSI.

Bila PSSI harus mengurus Timnas dan menyiapkannya untuk event di berbagai kelompok umur, hingga Piala Dunia, itu memang sudah tugas PSSI. Namun, PSSI tidak pernah mikir, siapa dan harus seperti apa pondasi sepak bola nasional itu. Tengok, timnas U-16 yang kini dipegang oleh Bima, apa itu hasil dari pekerjaan PSSI? Semua publik sepak bola nasional juga tahu, timnas paling muda itu binaan dan hasil kerja keras siapa, lalu dengan mudah bahkan “gratisan” malah ikut seleksi saja bayar saat ditarik menjadi pemain klub Liga 1 untuk kompetisi pro elite.

Jadi, PSSI ini memang tidak pernah belajar dan tidak pernah mau berbenah untuk sektor sepak bola akar rumput. Dan, bila akhirnya timnas tak berprestasi, juga menjadi budaya yang biasa. PSSI hanya jadi kendaraan politik dan tempat mencari “duit” para pengurusnya dari kompetisi yang ada sponsornya. Di sisi lain, apakah Plt Sekjen PSSI itu, akan terus dijabat sampai kepengurusan PSSI berakhir. Bahkan kini, sang ketua umum PSSI sedang mempermalukan diri sendiri, sebab pura-pura tak tahu cara berorganisasi dan merangkap jabatan sebagai manajer timnas U-20.

Malah boleh saja keputusan Iriawan ini masuk MURI dan guinness world records

Dunia memang sudah terbalik lama bila ngomongin PSSI. Selama ini semua manajer timnas itu bertangungjawab kepada Ketua Umum PSSI. Ini ketua umum malah jadi manajer, jadi dia bertanggungjawab pada diri sendiri. Memang belum ada Keppernya, tapi wakil panitia Piala Dunia saja yang sudah ada Keppresnya di jabat oleh wakil ketua PSSI. Sementara timnas U-20 ikut event Piala Dunia. Luar biasa, panitia piala dunianya wakil ketua PSSI, ketua PSSInya menjadi manajer peserta piala dunia. Warganet pun bilang, “mikir dong!”

Saya sendiri melihat keputusan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule rangkap jabatan menjadi manajer Timnas Indonesia menjadi sedih. Sudah terlalu banyak masalah di PSSI, “mbok ya” ketuanya jangan malah membuat blunder lagi. Ketua panitia piala dunia diambil alih oleh Presiden dan menunjuk Mwnpora yang duduk di situ saja sudah jadi jawaban bahwa Pak Presiden tak percaya kepada PSSI, meski yang terpublikasi alasannya karena ada uang rakyat (APBN) di dalam penyelenggaraan piala dunia. Sehingga saat Iwan Bule menasbihkan diri menjadi manajer timnas, dunia internasional pun tentu terkejut dan bisa jadi tertawa.

Apa Iwan sudah kehabisan akal dan tak lagi dapat memilih orang yang dapat duduk sebagai manajer. Bila benar manajer timnas U-20 ini nanti Keppresnya sampai ditanda tangan oleh Presiden dan benar Iwan menjadi manajer timnas U-20, siapa nanti yang akan disalahkan? Iwan atau Pak Presiden. Harap disimak, bahwa dalam event besar seperti Piala Dunia U-20 2021 mendatang, Ketua Umum PSSI adalah sangat terhormat dan menjadi simbol, karena sebagai Presiden federasi sepak bola di Indonesia. Duduk di tribun kehormatan, menjadi pendamping tamu kebesaran dari wakil delegasi lain, wakil AFC, hingga FIFA.

Sebenarnya, tidak ada yang salah, bila manajer timnas tidak duduk di banch pemain, namun di tribun kehormatan tamu undangan, toh keberadaannya tetap di dalam satu stadion. Namun, lazimkah hal ini terjadi? Sebab, inilah kali pertama, manajer timnas, sekaligus juga ketua federasi sepak bola negara bersangkutan. Di lihat dari sisi sumber daya manusia, seperti tidak ada SDM saja di Indonesia. Dilihat dari sisi organisasi, tidak ada pertanggungjawaban pada diri sendiri. Di lihat dari etika, kok tidak malu mengangkat diri sendiri.

Melalui tulisan ini, bila memang jabatan manajer timnas akan dibuat Keppresnya seperti panitia piala dunia oleh Pak Jokowi, jangan sampai pak presiden menandatangani Keppres yang isinya ada manajer timnas dijabat Iwan Bule. Atau agar persoalan ini tak menjadi polemik berkepanjangan dan terus menjadi perbuncangan berbagai pihak dan publik sepak bola nasional, mohon kepada ketua umum PSSI, tarik ucapan dan pernyataannya tentang jabatan manajer timnas yang akan diembannya. Jangan mempermalukan diri sendiri di hadapan publik sepak bola dunia.

Indonesia negara besar, rakyatnya banyak. Masa, untuk mencari seorang manajer saja tidak bisa. Lagi pula sebagai ketua umum PSSI, bila timnas berprestasi, yang akan dapat pujian bukan manajer dan pelatih serta pemain semata, tapi karena prestasi ketuanya.Jujur, nulis artikel ini, penting ga penting. Sebab, seharusnya hal seperti ini tidak perlu ada dan memang tak pernah ada kisahnya di dunia, kecuali di PSSI, Indonesia.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Benarkah Zidane Lebih Jenius dari Guardiola dan Mourinho

Benarkah Zidane Lebih Jenius dari Guardiola dan Mourinho – Jika Mourinho atau Guardiola sudah memenangi Liga Champions tiga kali berturut-turut, saya akan memanggil mereka genius. Zidane adalah orang yang genius, bahkan meski dia tidak merevolusi permainan,” Pelatih Timnas Aljazair, Djamel Belmadi. Djamel Belmadi mengeluarkan pernyataan menarik.

Benarkah Zidane Lebih Jenius dari Guardiola dan Mourinho

Yakni Pelatih Real Mardrid Zinedine Zidane lebih jenius dari Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dan Pelatih Tottenham Hotspurs yang kerap dijuluki The Special One, Jose Mourinho. Kesampingkan dulu soal darah Aljazair yang sama-sama mengalir di Belmadi dan Zidane, mari kita lihat takaran apa yang dipakai oleh Belmadi untuk mengeluarkan pernyataan seperti ini. Belmadi menggunakan takaran raihan gelar di Liga Champions. Zidane pernah meraih gelar Liga Champions sebanyak tiga kali berturut-turut, sedangkan Guardiola hanya pernah dua kali dengan Barcelona.

Sedangkan Mou tidak berurutan menjuarai ajang ini dengan FC Porto dan Inter Milan. Variabel ini tentu mengusik, apalagi Belmadi tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa ini digunakan sebagai ukuran penilaian. Secara umum, jenius itu sebutan untuk yang lebih dari sekedar cerdas. Jenius merupakan istilah untuk menyebut seseorang dengan kapasitas kecerdasan di atas rata-rata di bidang intelektual, terutama yang kreatif dan orisinil. Sedangkan orang cerdas, merupakan kemampuan seseorang dalam menyerap sebuah informasi dan memprosesnya secara logis untuk diaplikasikan ke dalam konteks nyata di lingkungan.

Penilaian apakah orang itu cerdas atau jenius bisa dilihat dari skor IQ-nya, dengan orang jenius memiliki IQ di atas 140. Lalu ada beberapa ciri yang nampak; seperti mudah beradaptasi, selalu penasaran akan suatu hal dan juga kreatif. Bagaimana menghubungkan ciri ini dengan penilaian bahwa Zidane adalah seorang pelatih jenius. Sampai di sini, saya pikir yang dikatakan Belmadi ada benarnya, minimal dari perspektif bahwa Liga Champions sebagai ukuran. Hattrick menjuarai Liga Champions secara beruntun menggambarkan kemampuan untuk beradaptasi.

Saya memberi gambaran seperti ini, kompetisi lokal seperti Liga di negara sendiri tentu saja berbeda dengan Liga Champions. Misalnya, Inggris dikenal dengan ciri permainan cepat dan keras, Italia dengan pragmatisme sepakbolanya, Spanyol dengan kreatifitas dan cukup longgar di lapangan. Hal ini membuat pelatih dianggap tidak terlalu superior jika menjuarai kompetisi lokal secara berturut-turut karena karakter liga domestik yang gampang ditebak. Cara atau strategi bermain yang pakem akan bertahan lama.

Berbeda dengan Liga Champions. Di kompetisi ini, pelatih akan berhadapan dengan klub dari berbagai negara sehingga perlu penyesuaian-penyesuian, ini membuatuhkan tingkat intelegensi yang lebih jika mau berhasil. Saya memberi contoh Antonio Conte. Conte ini saat masih di Juventus sangat berhasil karena berhasil membawa Juventus treble scudetto tapi bonyok di Liga Champions. Mengapa, karena Conte tidak mampu fleksible terhadap taktik 3-5-2 yag dimilikinya.

Strategi itu efektif dan berhasil bagi Juventus di Italia, tapi gagal total di Eropa. Berbeda dengan Allegri, Allegri meski tetap pragmatis tetapi beberapa kali dapat merubah strateginya secara variatif, tergantung lawannya di Eropa. Tak ayal, dua final Liga Champions juga berhasil dilakoninya. Inilah yang membuat Zidane memang lebih unggul dari Guardiola dan Mourinho saya kira. Zidane mampu membuat Real Madrid berubah-berubah sesuai dengan karakter pemain lawan, dan itu berhasil.

Guardiola meski cerdas, tapi menurut saya, di Eropa masih kesulitan untuk lepas dati tiki-taka, yang sebenarnya sudah kurang berhasil di Eropa saat ini. Di Inggris, Manchester City memang tampil menghibur, tapi perlahan sudah diketahui cara menangkalnya. Begitu juga di Eropa, dimana Guardiola belum pernah membawa City menjuarai Liga Champions. Perlu ditunggu ke depan, bagaimana Guardiola bisa meningkatkan kapasitasnya dengan membawa City juara Eropa.

Lain lagi cerita Mourinho. Saya pikir Mou sudah habis, yang masih bertahan adalah komentar-komentarnya yang sering nyeleneh, selebihnya di lapanga, Mou perlu mencaric ara untuk membuktikan bahwa dirinya dalah The Special One. Pragmatisme sepakbolanya yang berhasil di Inter Milan, tak laku lagi di Eropa saat ini. Untuk berhasil di Eropa perlu gaya yang lebih atraktif seperti Zidane, Guardiola atau Klopp, selebihnya hanya akan gagal.

Ini sudah dibuktikan dengan kegagalan Mou di Hotspurs. Gaya melatih Mou tidak mampu membuat Harry Kane atau Delle Ali yang biasanya agresif mendapat tempat yang cocok, Mou terlalu kaku dan rasanya akan dipecat Spurs. Kembali ke Zidane sebagai seorang yang jenius. Kembali ke Real Madrid dan membawa Madrid menjadi kampiun La Liga adalah satu pembuktian lain. Tanpa Ronaldo, Zidane memiliki keberhasilan lain bahwa mampu juara tanpa mega bintang yagn lama diandalkannya.

Zidane mampu mengatur kartu as di lapangan dengan tepat. Pemain baru seperti Rodrygo, Militao atau Mendy kali ini bisa menunjukan permainan terbaik mereka, dengan catatan hebat lainnya bahwa Eden Hazard belum maksimal. Sesudah juara La Liga, Zidane bersiap menghadapi Guardiola di lanjutan Liga Champions. Madrid ketinggalan secara agregat 1-2 dari City, kita tunggu saja, apakah Zidane dapat melewati Guardiola nanti saat keduanya bersua di leg kedua perdelapan final Liga Champions pada awal Agustus nanti.

Jika berhasil, pujian Belmadi memang benar, dan membuktikan bahwa pujian ini bukan lahir dari nepotisme atau darah Aljazair yang sama-sama mengalir di tubuh mereka.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Lebih Mudah Pindahkan Katedral Duomo Dibanding Membeli Messi

Lebih Mudah Pindahkan Katedral Duomo Dibanding Membeli Messi – Sepertinya mega bintang Barcelona tersebut memang sedang tidak senang hatinya. Apa pasal? Kegagalan timnya menjadi juara La Liga yang akhirnya sukses diraih Madrid menjadi pemicunya, situasi yang membuat ‘El Pulga’, julukan Messi dipersimpangan jalan antara bertahan menjadi legenda atau pergi dari Barcelona.

Lebih Mudah Pindahkan Katedral Duomo Dibanding Membeli Messi

Lebih Mudah Pindahkan Katedral Duomo Dibanding Membeli Messi

Suasana kian panas saat sang ayah, Jorge Messi Nampak dikota Milan yang diasumsikan mencari rumah disana. Apakah ini pertanda bakal hengkangnya Messi dari klub yang telah dibelanya sejak usia 13 tahun? Tidak ada yang tahu pastinya karena kepindahan pemain terbaik dunia tersebut tentunya memerlukan uang mahar yang menguras kas klub.

Inter Milan sudah mulai memperlihatkan godaannya dengan menampilkan siluet pemain dengan gaya mirip Messi dengan tangannya menengadah keatas kearah katedral Duomo. Siluet tersebut ditampilkan jelang laga Inter Milan kontra Napoli yang dimenangkan Inter 2-0.

Seberapa besar kemungkinan Messi bergabung ke Inter Milan? Bagusnya kita lihat pernyataan perwakilan masing-masing klub. Pastinya Messi bukan saja diinginkan Inter tetapi juga Juventus yang ingin membentuk tim super dengan menduetkan Cristiano Ronaldo dengan Messi di lini serang mereka, wow keren pastinya saat dua pemain terbaik dimuka bumi bahu membahu disatu klub.

Lebih Mudah Pindahkan Katedral Duomo Dibanding Membeli Messi

Saya berpegangan erat pada para pemain saya, karena mereka memberikan segalanya, saya bisa menjamin itu. Akan lebih mudah untuk memindahkan Duomo daripada membawa Messi ke Inter!”, kata Antonie Conte, manajer Inter saat ditanya soal Messi. Kami berbicara tentang sepak bola fantasi. Mendatangkan Messi sama sekali bukan tujuan kami. Tidak ada negosiasi dan saya pikir dia fokus untuk melanjutkan karier di Barcelona,” kata CEO Inter, Guiseppe Marotta.

Messi selalu mengatakan pada saya tentang rencananya pensiun di Barcelona. Dan kami tak pernah ragu memberikannya kontrak baru,” kata Bartomeu soal kebersamaan Messi bersama klubnya.

Keberhasilan Barcelona di Liga Champions musim ini serta didatangkannya eks kompatriotnya dulu, Xavi Hernandez mungkin bisa menahan keinginan sang mega bintang serta memupus kegalauan yang kerap menimpan Lionel Messi.

Menjadi Legenda atau pergi dari Barcelona? Hanya Messi yang tahu dan pastinya mengutip pernyataan Antonio Conte, lebih mudah memindahkan katedral Duomo dibanding membeli Lionel Messi.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Ini Arti Pujian Guardiola untuk Jurgen Klopp

Ini Arti Pujian Guardiola untuk Jurgen Klopp – Sungguh patut diteladani jiwa besar seorang Pep Guardiola ketika dirinya mengakui kehebatan Manajer Liverpool, Jurgen Klopp. Guardiola juga memuji kejeniusan Klopp di skuad Liverpool. Pujian yang jujur dan tulus. Maka wajar usai berhasil meraih trofi Premier League, Jurgen Klopp dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris.

Ini Arti Pujian Guardiola untuk Jurgen Klopp

Ini Arti Pujian Guardiola untuk Jurgen Klopp

Pujian tersebut juga berarti pengakuan secara terbuka untuk manajer Liverpool tersebut. Terpilihnya Klopp sebagai Manajer Terbaik juga mengundang komentar Sir Alex Ferguson. Menurutnya Liverpool sudah menunggu 30 tahun untuk gelar Premier League ini dan Klopp mampu mewujudkannya. Perjalanan The Reds selama 5 tahun bersama Jurgen Klopp telah mengalami jatuh bangun dalam perjuangan luar biasa.

Trofi impian The Reds akhirnya mereka raih juga karena kualitas skuad Klopp memang sangat istimewa. Guardiola merasa skuad arahan Jurgen Klopp bukan hanya bagus dari sisi kualitas para pemainnya. Namun Jordan Henderson dan kawan-kawan juga punya mentalitas luar biasa untuk meraih impian mereka.
Liverpool juara dengan meraih 99 poin. Menang dalam 32 laga. Bermain seri sebanyak 3 laga dan kalah 3 laga. Berhasil mencetak 85 gol, kebobolan 33 gol atau surplus 52 gol.

Pada kompetisi tahun lalu, Liverpool mencetak 89 gol dan hanya kebobolan 22 gol. Mereka memiliki pertahanan terbaik diantara semua kontestan Premier League. Sedangkan City meraih 26 kemenangan, 3 laga berakhir draw dan 9 laga kalah. Mereka sangat produktif mencetak 102 gol dan hanya 35 gol kebobolan. Capaian mencetak lebih dari 100 gol ini merupakan ketiga kalinya bagi City dalam kompetisi Premier League.

Guardiola menilai khusus tentang Klopp adalah pribadi yang luar biasa. Pep sangat senang menjadi koleganya dan berkompetisi melawannya. Karena dia adalah manajer hebat. Dia sudah menunjukkan di Jerman dan sekarang di Inggris. Dia akan sukses dimanapun berada,” tutur Guardiola seperti dilansir Daily Mail. Pelatih asal Spanyol yang pernah sukses bersama Barcelona dan Bayern Munich itu juga merasa iri dengan konsistensi The Reds selama menjalani musim ini.

Liverpool bermain di setiap pertandingan seolah tak memikirkan kalah. Mereka bermain di setiap pertandingan seolah laga final. Saya pikir Liverpool luar biasa musim ini dan saya ingin mengucapkan selamat kepada mereka. Kami tak lagi konsisten, tidak seperti musim sebelumnya ketika kami seperti mesin di setiap pertandingan.” Pep Guardiola menegaskan seperti dilansir Daily Mail tersebut. ep harus mengakui Liverpool tahun ini lebih baik dari Tim asuhannya, Manchester City.

The Citizen banyak kalah musim ini. Klub manapun memang bisa banyak kalah dalam kompetisi. Namun City bermain tidak sengotot seperti yang dilakukan Liverpool yang lebih konsisten. Kendati demikian, Guardiola tetap memberikan apresiasi kepada skuadnya yang tetap mampu menyelesaikan kompetisi. Cara permainan City masih tetap menjanjikan prestasi dalam menghadapi musim depan.

Sangat bagus untuk menyelesaikan musim Liga Premier di sini dengan posisi kedua, mencetak banyak gol. Penghargaan untuk Liga Premier – Sarung Tangan Emas untuk Ederson dan assist untuk Kevin.” Kata Guardiola dirilis situs resmi klub Mancity. Pujian Guardiola kepada Klopp adalah caranya untuk berani melakukan koreksi dan evaluasi total skuad yang diasuhnya. Manchester City bisa belajar banyak pada konsistensi Liverpool yang bermain dengan performa tinggi.

Pada musim kompetisi mendatang, Liverpool dan City diprediksi akan tetap saling bersaing ketat merebut yang terbaik di Premier League.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris – Kompetisi Liga Premier League juaranya Liverpool FC, posisi runner-up ditempati oleh Manchester City sementara peringkat ketiga diduduki oleh Manchester United dan Chelsea menduduki peringkat keempat. Itulah zona big four Liga Premier League musim 2019/2020.

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris

Sementara yang menduduki zona Relegation Liga Premier League musim 2019/2020 yaitu Norwich City yang menduduki peringkat ke-20. Watford yang bertahan di peringkat ke-19. Sementara AFC Bournemouth di peringkat ke-18 yang tidak mampu keluar dari zona Relegation.

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris

Di kompetisi kasta kedua sepak bola negeri Ratu Elizabeth yaitu Sky Bet Championship ( EFL ) juga telah berakhir, dengan sang juaranya yaitu Leeds United dan runner-up ditempati oleh West Bromwich Albion. Kedua kesebelasan tersebut sudah berhak untuk Promotion ke kasta tertinggi Liga Inggris musim depan ( 2020/2021 ) tanpa harus melakukan pertandingan play-off.

Promosi hingga Degradasi Liga Inggris

sementara peringkat ketiga sampai keenam yaitu Brentford, Fulham, Cardiff city dan Swansea city harus melakukan pertandingan play-off untuk memastikan siapakah satu klub yang akan menemani Leeds United dan West Bromwich Albion ke Liga Premier League musim depan ( 2020/2021 ).

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Lionel Messi Dikabarkan ke Inter Antara Kemustahilan dan Keniscayaan

Lionel Messi Dikabarkan ke Inter Antara Kemustahilan dan Keniscayaan – Publik sepakbola dunia kembali dihebohkan dengan rumor kepindahan penyerang sensasional milik Barcelona, Lionel Messi. Berita dipicu oleh pembelian sebuah rumah di kota Milan yang dilakukan oleh Jorge Messi yang tak lain adalah ayah sekaligus agen dari Lionel Messi. Berita ini diperkuat oleh sikap Messi yang menghentikan pembicaraan kontrak di Barcelona. Padahal kontraknya di klub yang bermarkas di Catalan itu akan habis pada 2021 mendatang.

Lionel Messi Dikabarkan ke Inter Antara Kemustahilan dan Keniscayaan

Lionel Messi Dikabarkan ke Inter Antara Kemustahilan dan Keniscayaan

Ia memang dikabarkan sedang kesal dengan manajemen Barcelona setelah gagal menjadi juara liga Spanyol. Kalah dari musuh bebuyutannya, Real Madrid. Hubungannya dengan Pelatih Barcelona Quique Setien dikabarkan memanas. Meskipun sebenarnya Barcelona masih memiliki kans untuk menjadi juara musim ini di perhelatan liga Champions Eropa. Inter sudah lama ingin memboyong Messi. Rumor ketertarikan raksasa Italia, Inter Milan terhadap Lionel Messi memang sudah lama terdengar. Keinginan ini berkali-kali diungkapkan oleh CEO Inter, Beppe Marotta.

Bahkan ia tak segan untuk menyertakan penyerang bintangnya, Lautaro Martinez kedalam kesepakatan mengingat Lautaro sendiri menjadi incaran Barcelona musim depan. Messi berada di masa akhir kontraknya, dan sungguh menarik untuk membawanya pergi. Saya tidak tahu apakah situasi ini akan mengubah apapun, tapi saya pikir kita akan melihat banyak hal aneh di akhir tahun” tuturnya. Akuisisi Inter oleh pengusaha asal China, Steven Zhang membuat kekuatan finansial yang dimiliki Inter Milan tak perlu diragukan lagi. Steven Zhang adalah putra dari pemilik Sunning Holding, Perusahaan Elektronik raksasa asal China.

Rumor kepindahan Messi ke Inter sebenarnya telah dibantah oleh kedua kubu. Dari kubu Barcelona, Presiden klub Joseph Bartomeu mengatakan bahwa Messi sudah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk pensiun di Barcelona. Dari kubu Inter, sang allenatore Antonio Conte mengatakan bahwa merekrut Messi adalah yang mustahil. Saya tak berpikir ada orang gila di dunia ini yang tak menginginkan Messi. Tapi dia sangat jauh dari jangkauan kami dan dari apa yang kami bangun” kata Conte dalam wawancara usai Tetapi bantahan bukan berarti mengakhiri rumor dalam sepakbola. Dinamika ini biasa terjadi menyertai perpindahan seorang pemain bintang.

Faktor Cristiano Ronaldo di Juventus

Sudah bukan rahasia lagi Lionel Messi memiliki rivalitas persaingan yang amat sengit dengan Christiano Ronaldo di Liga Spanyol. Mereka adalah”bocah ajaib” dunia. Pun keduanya selalu bersaing memperebutkan predikat pemain terbaik dunia versi FIFA. Keduanya secara bergantian mendominasi dalam pemilihan pemain terbaik dunia sejak tahun 2008.

Predikat itu hanya sekali terlepas di tahun 2018 yang diraih oleh Luca Modric (Real Madrid). Rivalitas keduanya akhirnya berakhir dengan kepergian Christiano Ronaldo ke Juventus pada 2019 lalu. Maka bukan tidak mungkin Messi memendam kerinduan untuk bisa bersaing kembali dengan rivalnya itu dengan menyusulnya pindah ke Italia bersama Inter Milan. Lionel Messi adalah pemain yang sensasional. Pemain yang merupakan produk asli akademi La Masia (academy Barcelona) itu kini telah menjelma menjadi legenda Barcelona.

Selama karirnya, ia telah mempersembahkan 5 gelar La Liga, 4 gelar Liga Champions, 2 gelar Copa Del Rey, dan 2 gelar Piala Dunia Antarklub. Ia telah mempersembahkan 630 gol untuk Barcelona di semua kompetisi. Ini terjadi pada 1 Juli lalu kala ia mencetak gol ke gawang Atletico Madrid. Di pertandingan yang berkesudahan imbang 2-2 itu sekaligus menjadi gol ke 700 nya sebagai pemain profesional.

Dalam sepakbola segalanya mungkin terjadi. Jendela transfer pemain ditentukan hingga detik terakhir sebelum resmi ditutup. Ada beberapa contoh bintang yang mengatakan tidak ingin pergi namun akhirnya pindah meninggalkan klub lamanya. Sebut saja Thierry Henry dan Christiano Ronaldo. So, menarik untuk ditunggu apakah rumor kepindahan Lionel Messi ke Inter akan menjadi nyata atau hanya akan jadi sekedar rumor belaka.

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar

Chelsea Tantang Liverpool dan City untuk Gelar EPL Musim Depan

Chelsea Tantang Liverpool dan City untuk Gelar EPL Musim Depan – Liga Inggris musim ini hanya menyisakan satu pertandingan dari tiap tim sebagai penutup. Liverpool telah mengangkat trofi Liga Inggris musim ini sebagai juara. Namun, beberapa tim sudah mulai menggeliat memburu pemain yang mereka butuhkan untuk memperkuat skuat mereka. Sampai saat ini, klub yang paling gencar dalam merekrut pemain adalah Chelsea. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge, London, ini telah resmi membeli beberapa pemain.

Chelsea Tantang Liverpool dan City untuk Gelar EPL Musim Depan

Chelsea Tantang Liverpool dan City untuk Gelar EPL Musim Depan

Sebut saja bintang Liga Jerman yang bermain bagi RB Leipzig, Timo Werner (24 tahun) dan juga pemain Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech (26 tahun). Tidak hanya dua pemain tersebut, Frank Lampard masih menginginkan beberapa pemain untuk memperkuat skuat asuhannya. Pemain muda menjanjikan, Kai Havertz (20 tahun) dari Bayern Leverkusen dan Jan Oblak (26 tahun) milik Atletico Madrid juga jadi incaran. Alasan Chelsea mengikat Werner dan Ziyech, serta mengincar Havertz adalah untuk menajamkan lini serang mereka yang masih inkonsisten.

Posisi penyerangan mereka hanya bertumpu pada Tammy Abraham dan Olivier Giroud yang masih belum konsisten dalam urusan mencetak gol, sementara alasan Lampard mengincar Jan Oblak adalah karena buruknya performa dari kiper utama mereka sekaligus kiper termahal dunia, Kepa Arrizabalaga. Kepa dibeli dengan biaya 80 juta Euro, atau sekitar 1,32 triliun dari Athletic Bilbao.

Musim ini, di Liga Inggris Chelsea kebobolan 54 gol, menjadi yang terbanyak diantara tim lainnya di 10 besar tabel klasemen. Fans Chelsea memohon manajemen Si Biru untuk segera menjual Kepa dan mencari pengganti yang jauh lebih baik darinya. Chelsea menjadi penantang serius bagi sang juara Liga Inggris musim ini, Liverpool, serta juara Liga Inggris musim 2017-2018 dan 2018-2019, Manchester City, dalam perebutan gelar juara Liga musim depan.

Lampard yang semakin matang dalam memimpin Chelsea dengan semangat dan taktik brilian memang harus diimbangi dengan mumpuninya skil serta kemampuan pemain-pemain berlabel bintang, karena sepeninggal Eden Hazard, John Terry dan Frank Lampard sendiri, Chelsea belum memiliki sosok bintang sebagai pembeda atau pun pemimpin bagi skuat. Chelsea hanya memiliki kapten tim saat ini, Csar Azpilicueta (30 tahun) yang dianggap sebaagai leader bagi tim. Sementara pemain lain masih muda dan belum memiliki banyak pengalaman juga prestasi.

Sekadar info, saat ini Chelsea terancam terlempar dari 4 besar klasemen, yang berarti juga terancam kehilangan tiket Liga Champions musim depan apabila pada laga terakhir Chelsea kalah dari tamunya, Wolverhampton, sementara Leicester mampu mengandaskan Manchester United di King Power Stadium. Apabila hal itu terjadi, Chelsea memiliki satu kesempatan terakhir untuk lolos Liga Champions, yaitu dengan mengalahkan Arsenal di Final Piala FA.

Mari sama-sama kita nantikan bagaimana geliat transfer Chelsea, juga Liverpool dan Manchester City serta tim-tim yang akan berlaga di Liga Inggris musim depan. Mari kita nantikan juga persaingan ketat yang akan tersaji di Liga Inggris musim depan

Ditulis pada berita bola, Bola, liga champions, liga indonesia, liga inggris, liga italia, liga spanyol, Sepak Bola, Sportbook | Tinggalkan komentar